Sejarah Candi Kimpulan yang harus Anda ketahui

Cerita, Relief dan Bangunan Candi Kimpulan Peninggalan Nusantara, Yogyakarta.

Menghubungkanmu dengan Yogyakartag

Candi Kimpulan merupakan salah satu warisan budaya yang sangat menarik untuk menjadi referensi wisata Anda. Tapi taukah Anda nilai sejarah yang bisa Anda dapati dari Situs budaya tersebut?  yojolink.com akan mengulasnya untuk Anda, semua informasi didapatkan langsung dari Badan Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta (BPCB).

Candi Kimpulan merupakan suatu bangunan candi yang terbuka, karena tidak ditemukan dinding dan atap bangunan. Penutup atap diperkirakan menggunakan bahan yang mudah lapuk (mungkin bambu atau kayu) dengan tiang kayu di atas umpak. Asumsi ini didasarkan atas adanya temuan umpak di lantai bangunan induk. Tangga naik ke bilik candi kemungkinan menggunakan tangga kayu, karena di candi ini tidak ditemukan adanya tangga naik.

Selama proses pengupasan tanah di candi induk dan candi perwara banyak ditemukan data-data arkeologis yang berupa peripih, mangkuk perunggu, benda-benda logam seperti fragmen besi, lempengan emas dan  perak, manik-manik, fragmen gerabah, mata uang emas, perak, dan lain se-bagainya. Lempengan emas dan perak bertulis telah dicoba dibaca oleh  Epigraf dari UGM (Drs Tjahjono Prasodjo, M.A). Menurut beliau, tulisan kemungkinan merupakan mantra, tetapi sampai sekarang belum terbaca dengan jelas, karena guratan tulisannya sangat tipis  dan lempengan mudah rapuh.

Hipotesis dari Tim Geologi UGM menyatakan  bahwa Candi Kimpulan terkubur oleh material-material dari endapan Merapi yang tertransportasikan melalui sungai-sungai yang berada di sekitar Candi Kimpulan.

Kondisi bangunan yang ditemukan masih intact, menurut Tim geologi disebabkan oleh dua hal, berikut ini.
1. Arus yang membawa bahan sedimen  tidak terlalu deras, sehingga boulder yang terbawa tidak menghantam bangunan dengan keras. Indikasi arus ini terlihat dari layer lapisan tanah (stratigrafi) yang relatif datar.
2. Arus yang membawa bahan sedimen tidak menghantam tegak lurus dengan dinding bangunan, tetapi menghantam bagian sudut bangunan sehingga arus dapat terbelah ke kanan dan kiri dinding bangunan.

Fungsi bangunan candi ini belum diketahui dengan pasti, namun latar belakang keagamaannya adalah agama Hindu dengan unsur-unsur aspek simbol dewa yang disederhanakan dalam satu ruang. Temuan lingga-yoni, arca ganesa, dan arca nandi membuktikan hal ini.

Penyebutan situs  dengan nama Candi Kimpulan disesuaikan dengan letak administratif situs yang berada di Dusun Kimpulan. Penyebutan berdasarkan keletakan administratif situs sudah lazim dalam disiplin arkeologi, sebab ada tiga cara penamaan situs atau bangunan cagar budaya. Pertama karena memang sudah disebut dalam prasasti (Contoh kasus ini adalah penyebutan Candi Kalasan). Kedua karena penyebutan oleh masyarakat (Contoh kasus ini adalah penyebutan Candi Barong). Ketiga berdasar letak administrasi wilayahnya (Contoh kasus ini adalah penyebutan Candi Sambisari, Candi Kedulan, dan Candi Gebang).

Tahun 2010 BP3 Yogyakarta telah melaksanakan kegiatan studi teknis dan pemugaran di Candi Kimpulan.

*Sumber : Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta

Mau kesana tanpa nyasar? Klik Tombol di bawah.

button-151586_640

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *