Sejarah Candi Gampingan yang harus Anda ketahui

Cerita, Relief dan Bangunan Candi Gampingan Peninggalan Nusantara, Yogyakarta.

Menghubungkanmu dengan Yogyakartag

Candi Gampingan merupakan salah satu warisan budaya yang sangat menarik untuk menjadi referensi wisata Anda. Tapi taukah Anda nilai sejarah yang bisa Anda dapati dari Situs budaya tersebut?  yojolink.com akan mengulasnya untuk Anda, semua informasi didapatkan langsung dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta (BPCB).

Di kompleks Candi Gampingan terdapat tujuh buah bangunan dari batu putih yang kondisinya hanya tinggal sisa-sisa saja. Salah satu bangunan candi mempunyai ukuran 4,64 x 4,65 m dan diperkirakan sebagai bangunan induk, namun sayangnya bangunan tersebut tinggal sisa-sisa berupa delapan lapis susunan batu setinggi 1,2 m.

Di dalam bangunan induk ditemukan tiga buah arca Dhyani Buddha Vairocana dari perunggu, arca Jambhala, dan arca Candralokesvara dari batu andesit, satu buah fragmen arca dari keramik, delapan buah miniatur benda emas dan satu buah cincin emas serta fragmen-fragmen gerabah.

Fragmen arca yang ditemukan di dalam sumuran candi induk terbuat dari keramik dengan glasir warna hijau berukuran tinggi 6,5 cm, lebar 6,3 cm dan tebal 3,8 cm. Bagian arca yang ditemukan adalah kaki kanan, tangan sampai lengan kanan dan memakai gelang tangan, ibu jari hilang. Diduga arca ini merupakan arca Buddha Aksobhya sebagai Dhyani Buddha yang kedua. Aksobhya digambarkan bersikap tangan Bhumisparsamudra (untuk tangan kanan) dan Dhyanamudra (untuk tangan kiri). Berdasarkan arca-arca yang ditemukan, Candi Gampingan diperkirakan merupakan candi Buddha yang menempatkan Dewa Jambhala sebagai dewa utama yang dipuja, sedangkan arca Candralokesvara yang ditemukan bersama-sama dengan Jambhala menunjukkan aliran Tantraisme dalam Buddha Mahayana.

Sampai saat ini, data tertulis mengenai pembangunan Candi Gampingan belum ditemukan. Didasarkan pada gaya seni bangunan dan arca yang terdapat pada Candi Gampingan menunjukkan ciri abad IX Masehi.

*Sumber : Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta

Mau kesana tanpa nyasar? Klik Tombol di bawah.

button-151586_640

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *